Mari ke Aomori – Traveling ke Jepang yang tidak Mainstream

Aomori City di Perfektur Aomori

Aomori City di Perfektur Aomori

Ketika kita traveling ke Jepang di dalam itinerary, kita tidak harus melulu memasukkan Tokyo, Kyoto, atau Osaka ke dalam agenda perjalanan, terutama bagi traveler-traveler yang menginginkan Jepang yang masih lebih alami dengan banyak pemandangan peninggalan romantisme masa lalu. Jika memilih berkunjung ke pusat Jepang memang kita akan menjumpai lebih banyak pemandangan kota besar dengan kerlap kerlipnya yang meriah dengan shopping center dan street foodnya yang terkenal enak seperti di Chiba, Nagoya, Osaka. Namun suasana yang lebih sepi dengan pertanian khas Jepang dan penduduknya yang jauh lebih bersahabat bagi saya pribadi akan lebih terkenang di memori saya dibanding hutan beton yang berkilau melalui sinar jutaan watt itu.

Suatu ketika, di dalam masa masa winter break yang hampir berakhir, menggunakan Juuhachi Kippu andalan saya, yang ada di otak saya adalah Aomori. Perfektur ini terletak di ujung utara Pulau Honshu, pulau terbesar di Jepang. Memang suhu masih agak dingin terutama bagi saya yang sangat tidak betah dengan sesuatu yang berbau dingin. Dari kota tempat mulai perjalanan, Urasa, di Perfektur Niigata, perjalanan dengan kereta ini membutuhkan waktu yang agak lama yaitu hampir duabelas jam perjalanan.

Tidak seperti di Indonesia, perjalanan dengan kereta akan makan waktu yang lebih lama. Namun dengan Juuhachi Kippu, pass untuk Japan Railway yang tarifnya berdasarkan hari itu sangat ekonomis apalagi dibandingkan dengan tarif standar Shinkansen atau sekedar naik bus yang jauh lebih cepat sampai.

Pemandangan kereta siang hari  yang menyisakan salju di tanahnya, itu sesuatu yang amazing bagi saya. Perjalanan kereta membelah dua distrik di utara Niigata: Yamagata dan Akita sebelum sampai ke perfectur Aomori. Ya, suhu saya rasakan lebih dingin ketika akhirnya menjejakkan kaki ke perfektur di ujung utara Honshu ini.

Aomori Bay Area

Aomori Bay Area

Kota-kota di Aomori pada bulan-bulan ketika Sakura berkembang lebat menjadi jauh lebih indah dibanding musim-musim yang lain. Bahkan kota Hirosaki di dekat Aomori City diberi predikat Osaka di Utara karena kemiripannya dengan keindahan Osaka di Musim Semi. Kota pelabuhan ini lebih sepi dan menyenangkan bagi saya. Dan, yang paling menggembirakan, ikan segar berkumpul disini!

Saya menggunakan kereta lokal ke Aomori dari Hirosaski, tidak menggunakan Juuhachi Kippu andalan saya itu. Selain karena jaraknya pendek hanya kurang dari dua jam, sayang juga menambahkan cap harian ke kartu Juuhachi Kippu yang hanya berlaku 5 hari itu. Saya sudah aga kesiangan dari Hirosaki, walhasil sekitar pukul 11 saya baru sampai ke Aomori City. Di Jepang tidak lazim mencari menu sarapan di pagi pagi buta seperti di Indonesia. Saya harus menahan lapar hingga pukul satu untuk mendapatkan menu sarapan saya hari itu.

Siang itu saya mencari tempat makan yang enak dengan menu ikan. Itu challenge dalam wishlist teratas saya dalam liburan ke Aomori City ini. Kebetulan stasiun kereta Aomori ini terletak dekat dengan komplek pelabuhan. Banyak tempat makan dan juga fasilitas modern yang dibangun disekitar pelabuhan yang indah itu. Sayang sekali saya lupa apa nama restoran yang terletak di A Factory saat itu, namun Sashimi bowl saya yang dipenuhi hasil laut segar beraneka macam yang saya temui siang itu benar-benar memuaskan lidah saya yang bahkan terbiasa dengan masakan welldone ala indonesia.

Sashimi saya siang itu

Sashimi saya siang itu

Di Aomori City, banyak pemandangan indah yang saya temui. Jembatan kabel Aomori Bridge yang cukup eye catching mungkin menjadi landmark kota pelabuhan. Didekat jembatan itu terdapat Hakkoda Maru, salah satu kapal peninggalan yang menutup sejarah perkapalan antara Pulau Honshu dengan Hokkaido sebelum dibangun tunnel yang menghubungkan kedua pulau besar tersebut. Saat ini kapal itu telah berubah menjadi museum dengan banyak sejarah diceritakan di dalamnya.

Aomori City Landmark

Aomori City Landmark

Beberapa tempat penting di dekat pelabuhan yang masih di dalam distrik pelabuhan yang bernama Yasukata ini terdapat pula komplek A-Factory seperti yang sudah saya katakan diatas. Komplek ini terdapat kafe, restoran modern, toko souvenir dan lain sebagainya. Di seberangnya persis terdapat museum Wa Rasse Nebuta. Museum ini masih terdapat di komplek A Factory dimana komplek ini dirayakan untuk memperingati selesainya jaringan rel Shinkansen di perfektur Aomori.

Di dalam Museum Wa Rasse Nebuta ini terdapat segala macam seluk beluk Nebuta Festival yang terkenal di Jepang. Festival lampion ini berlangsung setiap bulan Agustus dari tanggal dua hingga tanggal tujuh. Lampion besar kecil akan dihanyutkan di laut pada malam Tanabata untuk menghalau nasib buruk bagi rakyat Aomori. Mungkin menurut saya festival ini mirip dengan festival Gion Matsuri di Kyoto.

karena gambarnya blur semua, saya ambil dari en.japantravel.com

karena gambarnya blur semua, saya ambil dari japan-guide.com

Untuk yang suka berbelanja, tidak trlalu jauh berjalan kaki terdapat plaza yang cukup besar bernama Machi-machi Plaza. Namun untuk pusat belanja souvenir terbesar di Aomori City masih dipegang oleh ASPAM (the Aomori Prefecture Sightseeing Products Mansion). Bangunan berbentuk segitiga berdiri ini sangat tampak sekali menyatu dengan bangunan Aomori Bridge tepat di sampingnya.

Tidak jauh dari Aomori Bay Area, tepatnya di sebelah Baratnya, saya menyempatkan diri mendatangi Museum Dazai (Shayo Building). Di museum yang dibangun untuk mengenang sastrawan terkenal Dazai Osamu ini terdapat banyak barang kenangan dari sastrawan yang lahir di awal abad 20 ini. Tidak lama saya disini, tetapi paling tidak saya jadi tahu bagaimana detail dari cerita the New Hamlet yang dikenang oleh banyak orang Jepang ini.]

Shayo Building

Shayo Building

Oh ya, jangan lupa kunjungi Showa Daibutsu di Seiryu Ji Temple. Tempatnya memang agak jauh dari stasiun tempat kita turun di daerah Yasukata jika kita mengunjungi Aomori dengan kereta. Namun sistem bus di Aomori memudahkan kita untuk berada di manapun di Aomori. Tarif akan akan terinduksi ketika perjalanan kita telah mencapai jarak tertentu sehingga kita tinggal turun jika kehabisan uang.haha…Jangan lupa untuk menyiapkan uang pas di dalam bus (dapat ditukarkan didalam bus di samping mesin pembayaran) karena mesin tidak menyediakan kembalian

Seiryu Ji Temple ini relatif baru pembangunannya yaitu pada tahun 1984. Namun dengan ketinggian lebih dari 20 meter, patung budha dari tembaga ini merupakan patung Buddha dalam posisi duduk terbesar di Jepang. Salju di sekitarnya membuat patung ini makin kontras terlihat di lereng gunung yang mengapitnya.

Budha Duduk terbesar di Jepang di Sheiryu Ji Temple

Budha Duduk terbesar di Jepang di Sheiryu Ji Temple

Hanya dua puluh menit sebelum tutup, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Aomori Museum of Art. disini saya menutup perjalanan saya ke Aomori untuk kembali ke Urasa. Tidak banyak benda yang menakjubkan, tetapi kenangannya justru lebih membekas dan menakjubkan melihat Jepang yang lebih manusiawi dibandingkan dengan riuh rendahnya kota kota besar di Jepang yang tidak peduli sama sekali dengan kehadiran saya…

                                                                                                                                      @emmywulan 2015

Advertisements

20 responses to “Mari ke Aomori – Traveling ke Jepang yang tidak Mainstream

    • wah…kowe nek arep diajaki yo lungo wae…ra tau duduk manis minum teh baca koran layaknya seorang sepuh yang sesungguhnya

  1. Cieee sekalinya online langsung bulk banyak tulisan, hihihi.

    Karena aku suka eksplor kota, jadi destinasi-destinasi mainstream seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, tetap ada di daftar atas, mas. Dan aku tetap enjoy menjelajah kota-kota besar yang bising, menemukan sisi tenang dan cantik di setiap sudutnya 🙂

    • whaiya…soalnya mumpung selo ini. hahaha. Tokyo, Kyoto dsb itu bagus sih, sisi lain sebuah kota besar juga menarik buat diresapi *tsaaah* duduk di pinggir jalan liat orang lalu lalang itu juga menarik kok

  2. Ah Jepang, asyik juga ya berkunjung ke tempat yang tidak bisa, dapat sesuatu yang baru…Ini foto-fotonya pake efek2 HDR gitu ta Mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s