Trip Bangkok ke Vientiane dengan Bus

Setelah puas menikmati hiruk pikuknya kota Bangkok, saya melanjutkan perjalanan ke Laos, ke Vientiane dengan menggunakan Bus. Ternyata perjalanan dari Bangkok ke Laos Vientiane dengan bus malam tidak sesulit yang saya bayangkan. Pada hari keempat di Bangkok saya langsung menuju terminal bus utara yang memang menghubungkan Bangkok dengan beberapa kota di utara bangkok seperti Chiang Mai, Chiang Rai ataupun ke negara-negara sebelah utara seperti Laos dan Myanmar.

mochit bus terminal (www.thailandee.com)

mochit bus terminal (www.thailandee.com)

Dari Khaosan Road, tempat berkumpulnya para traveler yang ingin menikmati negeri Gajah Putih itu, saya menggunakan bus nomor tiga yang langsung menghubungkan Khaosan Road ke terminal bus utara. Orang kadang menyebutkan terminal bus Chatucak dan juga Mochit northern bus station. Terminal bus ini cukup rapi walaupun menurut saya sedikit kumuh terutama pada lane-lane bus yang dijejali ratusan bus yang terus menghidupkan mesinnya sambil menunggu penumpang. Peron-peron pembelian tiket cukup fair tanpa tarik menarik calo bus dengan calon penumpangnya. Peron tersebut ada di lantai tiga terminal bus Nongkhai.

Tiket bus dari operator bus Chantour

Tiket bus dari operator bus Chantour

Banyak pilihan bus untuk menuju ke Vientiane langsung walau harganya relatif lebih mahal, yaitu sekitar 900 baht. Bandingkan dengan jika kita berkendara menuju Nongkhai, kota kecil di perbatasan Laos yang masih wilayah dari Thailand, kita hanya perlu merogoh kocek sekitar 480 baht hingga 600 baht. Bus menuju Laos atau Nongkhai ada di peron nomer 101 – 120 sementara peron lain menyediakan bus-bus tujuan kota kota di utara bangkok termasuk ke Perbatasan Kamboja.

Passenger Area di terminal Bus Nongkhai

Passenger Area di terminal Bus Nongkhai

Saya memilih bus dengan harga 550 baht dengan pertimbangan bus seharga ini adalah double decker bus dan dilengkapi dengan fasilitas lain seperti layar lcd di tiap bangkunya untuk mendengarkan musik, nonton film, atau acara televisi. Sekedar informasi, saya membelinya di peron nomer 112 dengan petugas yang ceriwis menawari kita tiket walau bahasa inggrisnya masih jauh dari standar.

Bus yang dilengkapi wifi, fasilitas lain yang saya dan teman2 seperjalanan inginkan ternyata berangkat pukul 20.15 dengan lama perjalanan sekitar 9 jam. Busnya cukup nyaman walau tidak dilengkapi dengan tempat tidur seperti yang ditawarkan bus seharga 490 baht. Bus yang saya pilih juga mendapat fasilitas selimut, bantal dan juga snack yang sangat layak menurut saya.

tivi kecil di tiap bangku dan snack kerdus..juga wifi dan selimut + bantal untuk tiap penumpang

tivi kecil di tiap bangku dan snack kerdus..juga wifi dan selimut + bantal untuk tiap penumpang

Pukul 20.20 bus akhirnya berangkat dari terminal Mochit menuju Nongkhai, kota di perbatasan dengan Laos. Kami tidak langsung tidur tetapi mencoba menikmati fasilitas layar lcd untuk nonton film terbaru, komedi thailand dan acara televisinya. Pukul 4 dini hari, kami dibangunkan oleh beberapa petugas polisi setempat untuk dicek paspor dan kemudian beberapa menit kemudian bus telah sampai di kota Nongkhai yang sepi.

Saya mendapatkan info bahwa sebaiknya jangan mengikuti bus hingga ujung perjalanan, yaitu Nongkhai Bus Station. Sebaiknya memang kami turun di ruas jalan yang paling dekat dengan perbatasan. Tidak ada tanda jalan khusus dimana sebaiknya kami menstop bus, bus akan berbelok ke kanan menuju ke Nongkhai Bus Station. Nah, di perempatan jalan ketika bus belok ke kiri tersebut ternyata adalah titik terdekat ke perbatasan friendship bridge Laos – Thailand. Karena ketidaktahuan kami, maka kami ikut bus sampai ke Nongkhai Bus Station

Kondisi masih cukup gelap ketika kami sampai di Nongkhai. Seketika saat turun bus, kami sudah dikelilingi oleh supir-supir tuktuk yang mengemplang harga dalam menawarkan tuktuk ke perbatasan. Mereka rata rata minta tarif 80 baht per kepala untuk tuktuk menuju ke perbatasan. Tidak mau kalah dengan supir tuktuk, kami bersikeras untuk tetap mempertahankan penawaran 20 baht perkepala. Dan mereka bubar sendiri-sendiri karena tidak setuju dengan harga yang kami tawarkan.

Kami berjalan kaki menjauhi terminal bus dan menstop tuktuk di tempat yang agak jauh dari terminal. Benar dugaan saya, akhirnya kami memperoleh tuktuk seharga 100 baht untuk 6 orang, 5x jauh lebih murah dari penawaran harga tuktuk di terminal Nongkhai. Jaraknya tertnyata tidak terlalu jauh juga, hanya sekitar 2-3 kilometer dari terminal bus nongkhai. Bayangkan 480 baht untuk 6 orang dapat ditekan menjadi 100 baht untuk 6 orang.

Tuktuk berhenti tepat di depan pos imigrasi yang menghubungkan Thailand dengan Laos. Setelah mencap paspor dengan arrival – thailand border, kami masuk ke zona bebas yang lumayan sepi tidak seperti zona-zona bebas lain yang dipenuhi toko toko free duty. Ternyata perjalanan dari pos imigrasi Thailand ke pos Imigrasi Laos cukup jauh. Penyeberang harus menggunakan bus dengan tarif 20 baht untuk menuju ke border Laos di seberang Sungai.

Border Nongkhai

Border Nongkhai

Kami menyeberangi jembatan yang cukup panjang untuk menuju Laos. Uniknya jembatan sempit itu mempunyai jalur kereta Thailand – Laos di tengah-tengahnya. Jadi jika ada kereta lewat, semua kendaraan yang menyeberangi jembatan itu harus berhenti untuk mendahulukan kereta yang lewat.

Sesampai di border Laos, kami diminta membayar bea masuk sebesar 11.000 kip untuk one way entry ke Laos. Bea masuk ini dapat dibayarkan juga dengan baht sekitar 47 Baht. Border ini masih cukup sepi juga mengingat masih pukul 7 ketika kami mendapatkan cap masuk ke negara Laos yang sangat hening dan tenang itu. Kalau tidak salah, dari border menuju terminal bus vientiane dapat menggunakan bus dengan membayar 15000-20.000 kip. Tetapi beberapa supir tuktuk menawarkan tarif yang masuk akal untuk mengantarkan kami ke hotel yang telah kami book sebelumnya. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit dengan satu orang dimintai bayaran sebesar 50 baht. Cukup murah untuk perjalanan selama itu.

Lengangnya jalan dari border ke kota Vientiane

Lengangnya jalan dari border ke kota Vientiane

Pukul 08.00 kami sudah siap di hotel dan panas matahari Vientiane mulai membara membuat kami berpikir untuk istirahat sejenak sebelum putar-putar keliling Vientiane yang sepi itu…

Advertisements

17 responses to “Trip Bangkok ke Vientiane dengan Bus

  1. Pingback: Ada Apa di Vientiane? | Against the Distance·

  2. mas…mau tanya…
    klo mau ke vientiane itu lbh mudah dari bangkok atau kamboja ya?
    kalau dari bangkok total perjalanannya berapa jam?
    kalau dari kamboja berapa jam?

    makasih

    • dari bangkok kemarin sktr 10 jam, jalan mulus sepanjang perjalanan. tebakan saya kalo dari siem reap ke vientiane langsung, mungkin harganya lebih mahal.secara itu route yang diminati turis. saran saya kalo untuk dari bangkok ke vientiane, belilah tiket bangkok sampai border dan naek tuktuk ke border. bus dari border sampe ke vientiane jg mudah didapatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s