Apa itu Scam?

Ketika melakukan perjalanan, dimana saja kita berada, Scam selalu muncul dalam berbagai macam bentuk. Scam merupakan perbuatan merugikan bagi orang asing yang datang ke suatu tempat. Jika kita tidak berhati-hati, scam bahkan dapat membahayakan keselamatan kita.

Bentuk Scam ada bermacam-macam. Orang yang berniat buruk selalu saja mempunyai jalan untuk merugikan kita, baik secara fisik maupun mengincar barang berharga kita.

Di Asia Tenggara Scam muncul dalam bentuk yang sangat merugikan. di Vietnam misalnya scam merupakan kejahatan besar yang kadang dapat membuat kita bahkan masuk penjara karena ulah orang lain di tempat itu. Beberapa scam yang pernah saya temui maupun saya dengar dari cerita orang dapat menjadi contoh scam. Berikut ini modus-modus scam yang beberapa diantaranya merupakan perbuatan kriminalitas tingkat tinggi:

1. Indonesia

Scam di Indonesia biasanya mengincar uang dan barang berharga dan sifatnya tidak terlalu merugikan. Misal pernah saya temui di Air Terjun Madakaripura, seseorang yang SKSD kepada kita akan mendatangi dengan ramah, mulai mengajak ngobrol ngalor-ngidul dan menemani kita sepanjang perjalanan menuju air terjun yang memang medannya agak susah dilewati. Kita harus melewati arus air dengan batu-batu besar untuk mencapai air terjun itu. Orang yang terus mengajak ngobrol itu menggandeng tangan kita dan melewatkan jalan yang menurut mereka paling mudah. Namun di akhir perjalanan kembali, orang itu akan dengan terang-terangan meminta uang 100.000 rupiah kepada kita dengan alasan telah menunjukkan jalan dan membantu kita melalui jalan yang termudah.

2. Vietnam

Di Saigon, sebagai kota dengan industri pariwisata yang maju, rental motor akan mudah ditemui di berbagai tempat disana. Dengan membayar 5 dollar dengan agunan paspor kita, motor akan langsung diberikan berikut helm satu atau dua buah. Namun, jika kita tidak hati-hati memilih rental motor, kita akan diberi motor yang rusak. Sekembali dari jalan-jalan berkeliling dan mengembalikan motronya, pemilik rental akan mencoba motor kita dan komplain karena kerusakan motornya. Untuk kerusakan itu kita akan dikenai charge biaya yang biasanya tidak sedikit dengan alasan untuk memperbaiki motornya.

Dalam tingkatan yang lebih tinggi, motor yang dipinjamkan bahkan dapat dicuri dengan menunggu kelengahan kita meninggalkan motor sembarangan. Walaupun sudah dikunci, mereka mempunyai kunci cadangan dan mengambil motor kita pada saat kita masuk ke suatu obyek. Kita harus mengganti motor yang hilang, tentu saja dengan biaya yang lebih besar.

3. China

Jika kita berada di obyek wisata yang terkenal, kadang kita akan ditegur sapa oleh seorang wanita yang cantik atau pria yang ganteng dan mengatakan bahwa mereka juga wisatawan dari daerah lain. Bukan tidak mungkin mereka berdandan selayaknya pelancong lengkap dengan kamera dan meminta bantuan kita untuk mengambil gambar mereka. Setelah akrab, mereka akan mengajak sekedar minum kopi atau makan di suatu restoran. Biasanya restoran yang dipilih adalah restoran yang berukuran sedang dan tidak terlalu ramai. Jika kita lengah, mereka akan kabur dan meninggalkan bill kepada kita. Dalam beberapa kasus, mereka bekerja sama dengan pihak restoran dan mengemplang harga. Kita harus membayar tagihan makan kita dan orang itu dengan memanfaatkan ketidaktahuan kita mengenai harga dalam huruf mandarin. Mereka biasanya mengincar solo traveler yang sedang kebingungan mencari tempat di suatu obyek wisata.

4. India

India sempat terkenal menjadi negara sejuta scam. Banyak yang dilakukan untuk memeras wisatawan dengan memaksa dan mengintimidasi. Kasus yang cukup banyak adalah scam supir tuktuk dengan menggunakan dalih mengantarkan belanja. Cukup umum memang. Mereka mengajak kita melihat-lihat souvenir di sebuah toko. Jika kita masuk mereka mulai menggelar barang dagangan dan memperlakukan kita layaknya raja. Barang yang ditawarkan lebih tinggi dari harga normal dan mereka akan cenderung marah jika ditawar. Untuk barang yang berhasil dibeli, supir tuktuk akan diberi persenan oleh pemilik toko souvenir. Saya pernah mengalami hal tersebut di Agra dan juga di Varanasi

Di Varanasi, seorang teman seperjalanan yang telah berkenalan dengan orang lokal melalui situs couchsurfing mengalami sebuah hari penuh scam. Teman baru yang mengantarkan berkeliling itu mengajak ke spot destinasi turis selayaknya seorang teman yang sangat baik, berpura-pura membantu menawar ongkos tuktuk dengan harga rendah namun ternyata sangat tidak layak/mahal. Mereka juga berpura pura membawa kita menuju hotel untuk menitipkan tas agar kita tidak terlalu kepayahan membawa tas selama kita pergi berkeliling dan ternyata memaksa kita menggunakan locker case dengan harga yang tidak sebanding.

5. Cambodia

Di Cambodia supir tuktuk akan mengerubungi kita dan seolah olah mengempung kita ketika kita turun dari bus atau keluar obyek wisata. Terkadang mereka tampak ribut dan hampir berkelahi. Salah satu dari mereka akan mencoba menolong kita dan membawa kita pergi dengan cepat dan menjadi ‘pahlawan’ kita dengan menyelamatkan kita, membawa pergi kita dengan tuktuknya. Tidak usah menebak akhirnya bukan? Memanfaatkan kepanikan kita, akhirnya supir tuktuk yang tampak berusaha menyelamatkan kita tadi justru mengemplang kita dengan harga tinggi.

Beberapa contoh diatas adalah banyak tipe scam yang diantaranya sudah saya jumpai sendiri. Untuk menghindari hal-hal diatas terjadi kepada kita, yang dapat kita lakukan adalah melakukan riset kecil sebelum berangkat, mengumpulkan informasi mengenai tarif resmi, menggunakan taxi prabayar atau dengan argometer yang jelas, mengetahui jalur-jalur moda transportasi umum atau juga menghindari memamerkan perhiasan, telepon genggam dan menjaga baik baik barang bawaan kita. Niscaya kita akan terbebas dari scam yang memanfaatkan ketidaktahuan kita.

Advertisements

5 responses to “Apa itu Scam?

  1. yahh betul itu. seperti pengalaman teman saya dulu di cambodia. tpi untung malah teman saya yang kabur :D. jadi dia pura-pura gak tau aja klo itu trik. eh setelah sampe di Indo baru sadar kalo itu scam.masih beruntung dia.

  2. paling sering yg gw rasakan adalah ketika kita sewa or naik ojek yg kita ga tau tarif jelasnya apalagi kondisinya udh malem, krn pengen cpt sampai tujuan akhirnya gw ga pikir panjang, begitu tanya sama tukang ojek berapa tarif ke tujuan dia jawab sekian….tanpa pikir panjang gw langsung oke…oke aja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s