Menikmati Keindahan Delta Sungai Mekong Vietnam

Hari masih pagi dan sayapun masih terkantuk-kantuk ketika  dibangunkan oleh beberapa weker yang berdering bersamaan. Ya, pagi itu kami memang sudah memesan paket one day tour Delta Mekong di muara sungai Mekong Vietnam bersama delapan teman saya. Sekedar cuci muka biar lebih segar, kamipun check out hotel dan segera bergegas menuju tour agent di Pam Ngu Lhao street, Distrik satu Vietnam.

Sekedar info saja, saya memperoleh harga paket tour delta mekong sebesar 7,5 USD per kepala. Diskon dari harga normal sebesar 9 USD karena saya memesan bersama 8 teman seperjalanan dari Indonesia. Harga perpax sudah termasuk all in fasilitas seperti bus pulang pergi ke Delta Sungai Mekong, penyeberangan kapal ke pulau-pulau kecil disana, makan siang satu kali, dan tiket masuk ke obyek wisata disana. Murah bukan?

Pukul setengah delapan pagi, seperti yang dipersyaratkan, kami sudah menunggu sebuah bus mikro datang menjemput kami bersama sekitar 24 peserta yang lain. Tepat pukul 8 pagi, bus pun melaju meninggalkan keramaian Ho Chi Minh City untuk menuju ke Delta Mekong yang jaraknya sekitar 80 km di tenggara kota Ho Chi Minh.

rame rame nunggu busnya datang

rame rame nunggu busnya datang

Dengerin Pak Thung Ceramah

Dengerin Pak Thung Ceramah

 

Sekitar satu jam perjalanan ternyata kami mampir ke sebuah rumah produksi untuk kerajinan kulit kerang. Kulit kerang mutiara memang salah satu souvenir khas Ho Chi Minh City. Mereka mengolahnya menjadi banyak kerajinan yang indah dan bernilai ekonomis tinggi

nonton cara buat kerajinan dari kerang mutiara

nonton cara buat kerajinan dari kerang mutiara

Berbagai macam souvenir dari Vietnam

Berbagai macam souvenir dari Vietnam

Setelah sekitar 30 menit berhenti di souvenir shop dan melihat bagaimana pengolahan cangkang kerang mutiara, bus kembali melaju dengan kecepatan tinggi di jalan mulus dan membawa kami ke dermaga Delta Sungai Mekong untuk meneruskan perjalanan dengan sebuah kapal motor yang besar.

Sungai mekong terlihat sangat lebar dan luas di deltanya. Sungai yang berhulu di Pegunungan di Tibet itu memang bermuara di Vietnam setelah melalui tujuh negara: Tibet, China, Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand dan kemudian Vietnam. Penduduk Vietnam menikmati aliran sungai ini untuk transportasi sekaligus menderita akibat luapan tahunan sungai dengan panjang mencapai 4350 km ini.

Dengan pembawa acara tetap mister thung :|

Dengan pembawa acara tetap mister thung 😐

Membutuhkan sekitar 30 menit untuk menyeberang sungai menuju salah satu pulau disana. Kami diturunkan di dermaga yang cukup sederhana untuk berganti moda naik semacam gerobak yang ditarik oleh kuda untuk menyusuri perkampungan dan berhenti di ujung jalan setapak melewati kebun pohon kelapa. Dan para turis kulit putih pun heboh berfoto di depan pohon kelapa…zzzzz

Setelah berjalan menyusuri jalan beton dengan kiri kanan rerimbunan pohon kelapa yang dikelilingi rawa-rawa kering, kami diajak untuk mampir ke pabrik pembuatan permen karamel kelapa. Mereka membuat permen dari campuran gula karamel dengan santan kelapa plus parutan kelapa. Kami bebas mencoba permen itu sebelum dibungkus dan dipasarkan.

Pabrik pembuatan permen kelapa itu adalah ujung dari jalan melingkar yang kembali menuju ke dermaga. Kapal sudah menunggu kami untuk melanjutkan perjalanan ke pulau yang kedua.

Bagian di pulau kedua ini favorit saya. Kami diturunkan ke sampan yang muat untuk 4 orang menyusuri sungai rawa-rawa delta mekong. Masing-masing orang diberi dayung dan topi caping. Tips saya sih malah jangan ikutan mendayung walau ibu-ibu pendayung memang layak dibantu. Kapal sampan akan lebih cepat sampai jika kita membantunya mendayung. rugi bukan?

Mulai bersampan

Mulai bersampan

Nampang tetep boleh kok disini

Nampang tetep boleh kok disini

Di ujung perjalanan sampan, terdapat dermaga kecil yang masyaAlloh susahnya untuk turun dari sampan karena oleng ke kiri dan kanan. Setelah memberi tips satu dollar per kapal kepada ibu-ibu pendayung itu, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki melewati kebun jeruk yang kami bebas untuk memetik. Sayang tidak ada jeruknya karena belum musim..hahahaha.

Pada akhir rute jalan kaki, kami disuguhi musik dan tarian tradisional vietnam dengan duduk manis menikmati potongan buah dan teh vietnam yang berwarna kuning cerah itu. Perjalanan balik menuju dermaga tidak jauh. Lagi-lagi kapal sudah menunggu kami dengan setia untuk menyeberangkan kami ke pulau yang ketiga.

Di pulau ketiga, mungkin banyak peserta cewek yang bakal memfavoritkan tempat ini. Rute di pulau ketiga ini lebih ke wisata belanja. Banyak pedagang menjual kerajinan berupa tas, boneka kayu yang mirip wayang orang, celana, baju dan kaos dengan tulisan vietnam. Perjalanan di pulau ketiga ini kami disuguhi secangkir teh dengan madu asli dari tempat itu. Mereka menawarkan madu botolan dan toples kecil dengan harga yang relatif murah, tapi sayangnya saya lupa berapa harganya…

Setelah menyeberang ke pulau ke empat, kami ternyata disuguhi makan siang. Mr. Thung mengumumkan kepada rombongan dengan ToAnya bahwa makanan halal juga disediakan disana. Dan….makanan ‘halal’ saya siang itu adalah telur dadar seperempat dengan oseng buncis tawar 😥 Berbeda dengan menu umum yang terdiri dari sosis, tumis daging dan sayuran..Tapi, salut lah untuk mengerti dan menyediakan kebutuhan agama lain sesuai dengan tuntunan agamanya masing-masing.

Ternyata kami makan siang di komplek penangkaran buaya delta mekong. Banyak buaya dikandangkan di kolam-kolam dan kami diberi kesempatan melihat para petugas memberi makan buaya-buaya disana. Hampir satu jam kemudian akhirnya kami dipersilakan untuk kembali ke kapal yang membawa rombongan menuju dermaga di seberang sungai besar itu.

Pelajaran yang dapat diambil dari Tour Delta Mekong itu adalah bagaimana rakyat mengelola pariwisata dengan kearifan lokalnya. Seluruh komponen masyarakat disana diberi kesempatan untuk mengumpulkan dollar demi dollar dari pengunjung  melalui penjualan souvenir lokal, makanan minuman, tips yang diterima pengayuh sampan hingga suguhan tarian lokal dengan kaleng bekas diletakkan di depan pengunjung untuk mengumpulkan sumbangan. Tour yang dijual dengan harga 9 dollar dengan fasilitas lengkap itu ternyata secara ajaib mampu ‘memaksa’ peserta trip untuk mengeluarkan dompetnya dan membagikannya kepada penduduk sekitar dengan adil. Menarik bukan?

Advertisements

11 responses to “Menikmati Keindahan Delta Sungai Mekong Vietnam

  1. Hai.Ini full/half day tour? Gak betah kelamaan ngelihat suasana desa yg di Ind banyak,jadi minat half aja.Hehe2.Makasih

  2. Hi salam kenal.. Saya Anita. Saya minta ijin apa boleh mengunakan foto “mulai bersampan” untuk tugas kuliah saya?

  3. Halooo boleh saya tau nama paket tour nya apa dan bagaimana cara mengontaknya? oya apakah kalian juga sempat berfoto bersama ular phiton besar? katanya ada tempat disana yg bs itu juga.. makasi banyak yaa 🙂

    • untuk travel agentnya sy jg lupa mbak, di jalan pham nghu lao banyak kok, disana bisa bandingin harganya, kalo dulu sktr 7-10 usd utk 1 day tour

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s