Sepuluh Kuliner Jalanan Khas Yogyakarta

Kuliner Khas Yogya – Berkunjung ke Yogyakarta sepertinya tidak lengkap tanpa mencoba jajanan atau kuliner khas Yogyakarta. Kota Yogyakarta dikenal dengan banyaknya jajanan sepanjang jalan. Ada beberapa yang khas dari Yogyakarta dan sebagian lain adalah kreasi dari kreativitas pedagang makanan dan cukup sukses menjadi makanan khas Yogyakarta. Berikut ini jajanan favorit saya yang sebagian merupakan makanan lesehan dan sebagian juga disediakan di restoran.

1. Gudeg Jogja

Gudeg Basah

Gudeg Basah

Gudeg merupakan makanan khas paling terkenal di Yogyakarta. Sebagian besar dari gudeg disediakan untuk makan malam dengan jam buka mulai pukul 09.00 ketika toko toko tutup. Kenapa? karena gudeg-gudeg yang cukup ramai dijual di trotoar di depan pertokoan atau lokasi-lokasi pusat keramaian.

Gudeg yang dijual pada malam hari adalah gudeg basah. Gudeg ini berkuah dan tidak tahan lama, tidak seperti gudeg kering/kendil yang dijual sepanjang hari. Gudeg yang dijual di malam hari cenderung tidak terlalu manis dan harganya pun lebih murah.

Beberapa lokasi gudeg basah favorit saya adalah:

  • Gudeg Permata, Jalan Kusumanegara Yogyakarta
  • Gudeg Mbak Sasha, Depan Mirota Gejayan, Jalan Affandi Yogyakarta
  • Gudeg Pawon, Jl. Dr.Soepomo/Janturan (Gudeg ini unik, mereka menjual gudeg ini di dapur mereka langsung (pawon), pengunjung boleh bebas makan di seluruh bagian rumah, bahkan di dapur sekalipun)
  • Gudeg Bromo (Bu Thekluk), Jl. Affandi, depan Visitel Yogyakarta
  • Gudeg Sagem, utara SMU N 1 Yogyakarta
  • Gudeg Batas Kota, Jl. Urip Sumoharjo (dekat XXI)
  • Gudeg Tugu, Jl. Sultan Agung (barat Tugu)

2. Oseng-oseng Mercon

Oseng-oseng Mercon

Oseng-oseng Mercon

Bagi penggemar pedas, kuliner jalanan khas Yogyakarta ini tidak boleh dilewatkan. Tumis tetelan sapi yang lezat dimasak dengan cabai rawit hingga menimbulkan aroma kuat. Seporsi nasi panas dan oseng-oseng mercon dijual dengan harga 13.000 rupiah. Oseng-oseng ini dijual oleh beberapa warung di sepanjang Jl. KH A.Dahlan. Untuk yang paling enak dan asli menurut saya adalah oseng-oseng mercon Bu Narti yang berlokasi di depan gule kepala ikan Mas Agus (sebelah kiri jalan masuk ke SMA Muhammadiyah Lima)

3. Angkringan

Macam-macam satu di angkringan

Macam-macam sate di angkringan

Angkringan adalah makanan yang menjamur di banyak tempat di Yogyakarta. Murahnya makanan yang dijajakan di Angkringan membuat tempat makan yang berbentuk gerobak dorong seperti kakilima ini sangat populer. Di Yogya, nasi kucing (Sego kucing) khas angkringan dijual hanya dengan harga 1000 – 2000 rupiah saja lengkap dengan dua macam pilihan lauk standar yaitu tumis tempe buncis atau sambal teri. Makanan penyertanya seperti usus, sate jerohan ayam, sate telur puyuh juga dijual dengan harga 1000 – 3000 rupiah saja per tusuknya. Jangan lupa gorengan dan tahu bacem, semua dapat dipanaskan kembali di tungku yang digunakan untuk merebus teh, kopi dan jahe.

Beberapa spot angkringan yang cukup ramai di Yogya adalah:

  • Angkringan utara stasiun tugu. Beberapa penjual angkringan berjejer disana dengan tempat makan lesehan di trotoar jalan.Yang terkenal disini adalah kopi jos Lek Man dimana arang bara yang menyala dicelupkan di kopi tubruk sehingga terdengar bunyi jos di gelas
  • Angkringan Nganggo Suwe di pertigaan jalan Pramuka dan Jalan Mondokaran Kotagede. Angkringan ini menjual relatif lebih lengkap makanan di salah satu space bangunan di pertigaan jalan. Yang khas disana adalah sate keong, nasi bakar, oseng keong, es asem, es jahe dan macam-macam baceman yang lezat.
  • Angkringan di Jalan Dewa Nyoman Oka, Kotabaru. Beberapa angkringan berjajar disana dengan banyak sekali kaum muda bersantai sambil melihat pemandangan lembah code di malam hari.
  • Angkringan depan kolam renang UNY. Di angkringan ini harga relatif lebih murah dengan makanan yang lebih bermutu. Sekitar pukul 8 malam akan ditemui banyak sekali motor dan mobil berjajar untuk jajan di angkringan ini.
  • Angkringan depan Kantor Kedaulatan Rakyat Mangkubumi Yogyakarta. Angkringan ini menjual suasana dengan harga yang relatif lebih mahal. Namun makanan yang disediakan disini lebih bervariasi.

4.  Gule Kepala Ikan Mas Agus

Gule Kepala Ikan

Gule Kepala Ikan

Pernah makan gule kepala kakap di warung nasi padang? Nah, versi lebih murahnya ada di Gule kepala Ikan Mas Agus. Walaupun mereka tidak menggunakan kepala ikan Kakap dan menggantinya dengan Ikan Nila, namun kelezatan gule dan tom yam kepala ikan ini tidak kalah dengan masakan padang. Gule dan tomyam kepala ini berlokasi di jalan KH.A Dahlan (barat kilometer 0 Yogyakarta). Bagi yang tidak suka kepala, masih ada menu lain seperti dagu ikan goreng, ayam dan lain sebagainya.

5. Soto Ayam Pak Gareng

Soto Ayam Pak Gareng

Soto Ayam Pak Gareng

Tambahkan Sate Telur Puyuh dan Perkedel Lenthuk

Tambahkan Sate Telur Puyuh dan Perkedel Lenthuk

Soto ayam memang ada di mana-mana, tetapi perpaduan rasa yang khas dan suasana Yogya yang lengang di pagi hari ada di Soto ayam pak gareng. Soto ini letaknya di depan Stasiun Tugu Yogyakarta. Dengan Rp. 6000, semangkuk soto ayam kampung dapat dinikmati. Coba tambahkan sate ayam, sate jerohan maupun pesanan khusus sayap, kepala atau paha ayam kampung dan ciri khasnya: Lenthuk, perkedel ubi yang khas. Soto ini hanya buka mulai pukul 06.00 pagi hingga habis, yaitu sekitar pukul 11 siang.

6. Bakmi Jawa

Bakmi Mbah Mo Bantul

Bakmi Mbah Mo Bantul

Bakmi Goreng Nyemek

Bakmi jawa berbeda dengan mi goreng atau mi rebus pada umumnya. Bakmi Jawa menggunakan dua macam mie dalam satu masakan yaitu mi kuning basah dan bihun, menggunakan telur bebek dan taburan bawang goreng beserta seledri. Bakmi jawa ditemui di banyak tempat di Yogyakarta. Ciri khas yang lain, bakmi jawa dimasak dengan menggunakan tungku arang yang dimasak perporsi untuk mempertahankan rasa. Selain mi goreng dan mi rebus, akan ditemukan Magelangan, yaitu nasi goreng yang dimasak dengan mie dan juga mi goreng nyemek (mi goreng dengan masih tersisa sedikit air kaldunya) Mungkin anda pernah mendengar bakmi KADIN di jl kusumanegara Yogyakarta. Itu hanya salah satu bakmi jawa yang legendaris diantara banyak penjual mi jawa yang lain. Beberapa spot Bakmi jawa yang populer adalah:

  • Bakmi KADIN, di jalan Kusumanegara. Selain mie yang khas yang dinikmati sambil mendengar alunan keroncong live, disini juga disediakan minuman bajigur panas yang sudah langka dijual di tempat lain.
  • Bakmi Pele. Bakmi Pele berlokasi di pojok alun-alun lor Yogyakarta
  • Bakmi Mbah Mo. berlokasi agak jauh di jalan bantul. Jangan kaget jika anda berada di nomer antrian 40 dan menunggu selama dua jam sebelum bisa menikmatinya
  • Bakmi Pak Tris di pasar manding Bantul
  • Bakmi Jokteng Wetan

7. Sate Klathak

Sate Klathak Bantul

Sate Klathak Bantul

Sate Klathak adalah varian sate khas imogiri. Ciri khas sate ini adalah dimasak dengan menggunakan ruji sepeda tanpa bumbu apapun hanya garam yang dibubuhkan selama dipanggang diatas api hingga menimbulkan bunyi gemeletak. Selain sate, terdapat menu tongseng dan gule disini. Sate klathak yang terkenal adalah sate klathak Pak Pong di Pasar Jejeran di Jalan Imogiri Timur Yogyakarta

8. Sego Pecel Bu Wiryo

Sego Pecel dan Nasi Sop Bu Wiryo

Sego Pecel dan Nasi Sop Bu Wiryo

Mungkin bagi anda yang sudah berusia 40 tahun atau lebih, Sego Pecel dan Sop Bu Wiryo merupakan makanan nostalgia yang dulu dapat dinikmati di kantin fakultas teknologi pertanian dan fakultas kehutanan UGM. Setelah berjualan lebih dari setengah abad, Sego Pecel ini masih eksis walau banyak sekali jenis makanan baru yang bermunculan di Yogyakarta. Warung Sego Pecel atau sering disingkat dengan SGPC ini sekarang berada di utara Fakultas Peternakan UGM. Pengunjung akan dihibur dengan alunan musik keroncong dan bossa nova live oleh kelompok musik yang manggung disana.

9. Sup Kembang Waru Beringharjo

Sup Kembang Waru Pasar Beringharjo

Sup Kembang Waru Pasar Beringharjo

Sup kembang waru ini adalah makanan yang disuguhkan ketika ada hajatan-hajatan pengantin di Yogyakarta. Tidak banyak sup ini dijual di luar acara tersebut. Tetapi di pasar beringharjo, sup ini disediakan oleh seorang pedagang dengan pengunjung tiap hari cukup banyak. Sup ini akan ditemukan di lantai dua bagian tengah bangunan di food court pasar beringharjo.

10. Raminten

Suasana Raminten Yogya (courtesty of www.latitudes.nu)

Suasana Raminten Yogya (courtesty of http://www.latitudes.nu)

Raminten bukan nama makanan, namun sebuah tempat nongkrong dan pusat jajanan. Walau dikemas modern, namun makanan yang disajikan sebagian diantaranya adalah makanan asli Yogyakarta yang sudah jarang ditemui di tempat lain. Warung Raminten ini buka 24 jam dan cukup ramai mulai pukul 6.30 sore hingga tengah malam. Coba es dawet yang disajikan dengan gelas superbesar dan berbagai macam makanan khas lain.

Raminten mempunyai beberapa cabang, di Kotabaru, jalan magelang dan jalan kaliurang KM 22. Yang disebut pertama adalah yang pertama dan cukup ramai. Menu yang disajikan pun cenderung lebih lengkap di Kotabaru Yogya. Pengunjung akan disuguhkan suasana eksotik yang kental dengan musik gamelan dan bau-bau dupa yang kuat.

Advertisements

37 responses to “Sepuluh Kuliner Jalanan Khas Yogyakarta

  1. O iyaaa…Di Jogja Aku pernah nyobain Bebek Yang unik banget, Namanya aja unik..BEBEK SALTO, dulu aku nyobain di Jl. Tamsis Nomer berapa aku lupa, Katanya di Monjali juga ada cuman yang di monjali ini aku belum pernah nyobain. Tapi aku rasa sama yah. Bebek Salto ini menunya yang menarik Bebek Kremesnya. Jadi Bebeknya itu digulung kremes yang renyah gitu. Beda dengan yang lain2 bisanya kalo yang biasa kremesnya di taburin gitu. Tapi ini digulung lucu banget gitu. Renyah banget kremesannya. Bebeknya sama sekali tidak bau apeg khas bebek, tapi justru wangi rempah2 gitu…Istimewa pokoknya. Aku pernah nyobain yang di semarang juga spesial banget. Kalo orang biasanya berburu Bebek H.Slamet menurut aku sih Bebek Slamet hanya di asiinnya doang. Dan menunya ituuuu itu aja jadi ndak ada variasinya. Masukan aja sih…barangkali bisa jadi alternatif kuliner di Kota Jogja sebagai surganya kuliner. Coba buka aja fanpagenya di http://www.facebook.com/BebekSalto, menu2nya banyak terpampang disitu. Kemasannya juga lucu2…malah jadi promosi usaha orang..hehehehehe…Cobain aja dah pokoknya enak. Aku pernah Add Pin BBnya yang terpampang di box makannya, sok sok kenal gitu…hahahahaha…iseng2 nanya buka franchisenya berapa..ternyata ndak mahal juga. Cuman 20 Juta…Lumayanlah buat usaha sampingan Mahasiswa kayaknya ndak terlalu berat…!!

    • kalo saya sendiri sih sebenarnya malah suka bakmi jowo yang ga pake antri mbak, kalo di tempat2 seperti itu kelamaan antrinya dan menurut saya rasanya biasa saja

  2. jajanan khas Jogja lainnya:
    1. jadah mbah carik di kaliurang, tapi dia udah punya cabang kok deket pasar demangan
    2. trus warung SS (susah nemu di Jakarta hiks)
    3. nasi rebus versi lainnya bakmi godog, banyak tuh yang jual di daerah sentolo dan bantul

    • wah, ada tambahan nih…hehehe..Kalo SS itu franchise sih, jadi ga cuma ada di Yogya doang. Jakarta ada dimana mbak? margonda ada kan ya?

  3. Pingback: Kota Yogyakarta Kota yang Pernah Aku Kunjungi « Superrior Blog·

  4. Paling santai dan murah meriah ya, angkringan jogja ..
    Angkringan di perempatan ring road dongkelan ke utara 40 meteran, sebelum pasar burung pasty, sebelah timur jalan …murah tenan dan enak…langganan saya sudah 15 tahunan lebih. Silahkan di coba

    • ahaha…kalo kepala ayam jarang yang dipotong paruhnya, yang umum dipotong itu paruh di kepala bebek ketika dihidangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s