Bersepeda Keliling Yangon

Bersepeda di Yangoon dapat menjadi alternatif yang memudahkan untuk mengelilingi kota yang eksotik ini.Ok,kita dapat menyewa taxi disini,murah sih,tapi apa iya kita langsung straight to the destination (yang kita tahu) dan melewatkan pagoda-pagoda yang bermunculan sepanjang jalan atau stunning object yang tiba-tiba melintas?

Bus menjadi alternatif untuk mengelilingi kota.Tapi saya jamin tidak semudah itu untuk menemukan nomor bus dengan tulisan bulat bulat dengan ekor kiri kanan atas bawah. Kalau bisa membacanya,itu akan sangat membantu

Nah,bersepeda dapat menjadi pilihan terakhir yang sangat menarik disamping kita juga dapat berjalan kaki di tengah teriknya matahari Yangon yang membakar kulit.

Saya menyewa sepeda di rental sepeda yang kebetulan berada tepat di depan hotel saya. Lucky me karena muka saya masih sebelas dua belas dengan mereka saya mendapat harga 1500 kyats saja. Then,finally..putar-putarlah saya dengan kepayahan…zzzz

Lagi-lagi demi Thingyan Festival,saya harus merelakan basah kuyub diguyur air oleh orang-orang sepanjang perjalanan bersepeda saya itu. Tapi hadiahnya,orang-orang di Kan Daw Gyi Lake membagi-bagikan gratis rokok,bir dan kaos bagi orang lewat.Wauw…!

Mula-mula saya lewat Maha Bandoola. Jembatan kebanggaan masyarakat Yangoon ini membelah lembah Pazundaung. Masih banyak kapal digunakan di sungai ini untuk perdagangan dan transportasi.

Maha Bandola Bridge

Maha Bandola Bridge

Dengan sepeda saya juga dengan cepat bisa mampir ke pagoda Shwe Dagon yang tiap orang wajib mampir karena ini landmarknya Myanmar. Pagoda yang berwarna keemasan ini terlihat sampai berkilo-kilometer karena ukurannya yang besar dan tinggi.

Shwe Dagon Pagoda, east gate

Shwe Dagon Pagoda, east gate

Shwe Dagon South Gate

Shwe Dagon South Gate

Tips saya: gunakan Longyi atau sarung khas Myanmar dan bedak dingin kalau perlu. Anda akan berhemat 5 USD karena ‘foreigner must pay the entrance fee 5 dollar’ gitu deh..

Disamping Shwe Dagon yang terkenal itu terdapat pula Maha Wizara, sebuah pagoda yang mirip dengan Shwe Dagon tapi dengan ukuran lebih kecil. Orang lokal banyak keluar masuk di pagoda untuk sembahyang disana.

Saya juga menyempatkan melihat kedutaan Indonesia yang berada di perempatan Pyay Road.Sayang tidak tampak ada kegiatan didalam. Siapa tahu gitu dapat rendang gratis atau sekedar pepes tahu..Lagipula saya basah kuyup karena menjadi korban kebiadaban orang Yangoon yang mengguyur air tanpa ampun layaknya seekor sapi..

Kantor KBRI Yangon

Kantor KBRI Yangon

Jika suka sejarah,di samping kedutaan Indonesia persis ada National Museum of Myanmar. Lagi-lagi turis asing akan ditarik biaya 5 USD untuk masuk kedalamnya.

Tanpa sengaja saya melewati komplek peninggalan era kolonial.Kalau tidak ada orang jualan disana,kita akan berasa di Warsawa atau suatu tempat lain di eropa. Beberapa bangunan itu dibangun untuk port perdagangan karena wilayah itu merupakan muara sungai di ujung Barat Gulf of Martaban. Tempat itu berada di sebelah selatan City Hall,pusat kota dari Yangon. Banyak pedagang makanan di sepanjang jalan. Sekali lagi saya beli es tebu yang menurut saya itu enak sekali di tengah cuaca panas kota Yangon.

Harbour Front-nya Yangon

Harbour Front-nya Yangon

Sisi lain Yangon

Sisi lain Yangon

Perjalanan berlanjut ke tempat yang entah saya tidak tahu dimana. Map yang saya bawa dari hotel hanya sebuah fotokopian dan hancur karena air yang disemprotkan oleh orang-orang disepanjang jalan. Hampir sore saya akhirnya dapat kembali ke hotel dengan selamat sentausa.

Advertisements

11 responses to “Bersepeda Keliling Yangon

    • itu kebetulan sy dtg pas thingyan, festival air tahun baru mereka, semua bus antar kota ngga beroperasi. kereta mmg available, tapi mereka udah aware ke saya kalo nanti kereta dari nayphidaw pasti penuh dan blm tntu dpt tiket pulang lg bebarengan sama org2 yg ke ibukota ngrayain taun baru disana. jadi akhirnya ga kemana2 deh :*(

  1. mas mau tanya, pas nyewa sepeda dan sampe di tourism placesnya, sepedanya ditaro dimana ya? aman nggak? butuh kunci sendiri atau gimana gitu?

    kebetulan saya mau keliling pagoda-pagoda di Yangon cuma bingung mau naik sepeda, taksi, atau jalan kaki sekuatnya aja. makasih mas

    • Klo kmrn krna spda saya ada gemboknya,saya gembok di tiang2 pagar karaweik palace.trus ditinggal2 deh sampe malem.diliat dr cara mereka kasih kunci,kyknya penting bgt utk ngunci sepeda.mgkn itu menandakan kalo sbnrnya kurang aman. Kalo yg tempuhable jalan kaki ya cm sule pagoda ke shwedagon.slaen itu kudu naik taksi/sepeda agak jauh. Pertimbangkan jg panasnya lhoo…jgn sampe pingsan

      • Mau nanya mas, kalau untuk traveler muslim aman gak? Sy berencana ke sana tanggal 26 sd 28 agustus, trims infonya

      • Makasih banyak mas, sukses buat mas, artikelnya sangat membantu sekali.

        Salam
        Yayang

  2. mas, saya mau tanya. mas nginap di hotel apa itu namanya? yang ada sewa sepedanya? kyny seru tuh naik sepeda. trims jwbnnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s