Amazing Srilanka

Saat  anda membayangkan akan melakukan perjalanan ke Sri Lanka, dalam benak yang terbayang adalah negara yang sangat ramai dan tidak teratur seperti kota-kota di India. Namun bayangnya itu langsung memudar dengan cepat tatkala saya menjejakkan kaki di negara Sri Lanka yang merupakan tetangga India tersebut. Ternyata Sri Lanka memiliki kota-kota yang sangat bersih, bahkan kebersihannya hampir seperti di Singapura, di pasar-pasar tradisional juga bersih tidak tercium bau busuk yang menyengat berasal dari tumpukan sampah seperti di Indonesia.
Namun yang membedakan Sri Lanka dari Singapura, kota-kota di Sri Lanka hampir seluruh bangunannya didominasi bangunan kuno era kolonial. Pemerintah dan penduduk setempat melestarikan dan memanfaatkan bangunan-bangunan kuno tersebut sebagai kantor, pertokoan, maupun tempat tinggal. Di Sri Lanka, baik di Ibu Kota  Kolombo maupun Kota Kandy, hampir tidak ada bangunan modern seperti rumah bergaya minimalis yang sangat marak di Indonesia. Mungkin hanya terdapat dua hingga tiga bangunan rumah minimalis bergaya modern, lainnya bangunan kuno, seolah anda diajak menjelajahi Kota Tua di Jakarta namun dalam wilayah  yang sangat luas.
Sejumlah tempat wisata yang sebaiknya dikunjungi saat datang ke Sri Lanka diantaranya:

1. Kuil Seema Malaka

source: discovery.cathaypacific.com

seema malaka temple

Kuil Seema Malaka merupakan salah satu kuil Budha yang menjadi ikon di kota Kolombo, kuil tersebut berada di tengah-tengah Danau Beira yang airnya hijau namun sangat bersih, tidak ada sampah di sana, kecuali hanya dedaunan dan kelopak bunga yang berguguran yang malah menambah kesejukan suasana. Di sana  juga terdapat  belasan patung Budha bersila  yang terletak di atas pagar mengelilingi Kuil Seema Malaka sehingga membuat pemandangan danau semakin terlihat eksotis.
Kuil ini merupakan satu-satunya kuil di Kota Kolombo yang gayanya mirip kuil di Jepang yang berada di tengah danau. Desain yang berbeda ini didesain oleh  Geoffrey Bawa, salah satu arsitek terkenal di Asia yang mengedepankan indahnya keheningan yang berlawanan dengan hiruk pikuk Kota Kolombo. Keheningan dan kedamaian yang diciptakan memiliki tujuan yakni memberikan ruang bagi para biksu untuk melakukan ritual  meditasi yang tentu saja membutuhkan suasana hening dan tenang.
Bagi orang yang menginginkan kedamaian, mereka bisa mendatangi kuil tersebut untuk menikmati heningnya pemandangan sore ditemani hembusan angin yang sepoi-sepoi. Jajaran patung Budha bersila yang langsung dipadukan dengan hijaunya danau menghadap ke kota terlihat sungguh memukau.
Saat akan memasuki kuil tersebut, sandal atau sepatu harus di lepas di pintu masuk. Selain itu pengunjung juga dilarang membelakangi patung-patung Budha yang berada di sana. Membelakangi patung Budha dianggap sebagai tindakan tidak menghormati Sang Budha. Bahkan pada Agustus lalu, turis asal Perancis dipenjara selama tiga hari karena mencium patung Budha, makanya saat mengunjungi berbagai kuil Budha di Sri Lanka, wisatawan harus benar-benar memperhatikan aturan maupun larangan yang berlalu agar tidak terkena masalah. Sri Lanka merupakan salah satu negara yang cukup konservatif.
Keindahan yang ditawarkan Kuil Seema Malaka rupanya juga menginspirasi banyak calon pengantin Sri Lanka untuk membuat foto pre-wedding di tempat tersebut.  Ketika saya berkunjung ke sana, terdapat sepasang calon pengantin yang sibuk melakukan sesi pemotretan. Paduan pakaian mempelai perempuan yang merah berkilau dengan suasana asri yang ditawarkan Kuil Seema Malaka semakin mempercantik pemandang di kuil tersebut.  Dari pusat Kota Kolombo menuju kuil tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

2. Kuil Kerajaan Kelaniya

source: flickriver.com

Kelaniya Temple

Kuil Seema Malaka merupakan salah satu kuil Budha yang menjadi ikon di kota Kolombo, kuil tersebut berada di tengah-tengah Danau Beira yang airnya hijau namun sangat bersih, tidak ada sampah di sana, kecuali hanya dedaunan dan kelopak bunga yang berguguran yang malah menambah kesejukan suasana. Di sana  juga terdapat  belasan patung Budha bersila  yang terletak di atas pagar mengelilingi Kuil Seema Malaka sehingga membuat pemandangan danau semakin terlihat eksotis.
Kuil ini merupakan satu-satunya kuil di Kota Kolombo yang gayanya mirip kuil di Jepang yang berada di tengah danau. Desain yang berbeda ini didesain oleh  Geoffrey Bawa, salah satu arsitek terkenal di Asia yang mengedepankan indahnya keheningan yang berlawanan dengan hiruk pikuk Kota Kolombo. Keheningan dan kedamaian yang diciptakan memiliki tujuan yakni memberikan ruang bagi para biksu untuk melakukan ritual  meditasi yang tentu saja membutuhkan suasana hening dan tenang.
Bagi orang yang menginginkan kedamaian, mereka bisa mendatangi kuil tersebut untuk menikmati heningnya pemandangan sore ditemani hembusan angin yang sepoi-sepoi. Jajaran patung Budha bersila yang langsung dipadukan dengan hijaunya danau menghadap ke kota terlihat sungguh memukau.
Saat akan memasuki kuil tersebut, sandal atau sepatu harus di lepas di pintu masuk. Selain itu pengunjung juga dilarang membelakangi patung-patung Budha yang berada di sana. Membelakangi patung Budha dianggap sebagai tindakan tidak menghormati Sang Budha. Bahkan pada Agustus lalu, turis asal Perancis dipenjara selama tiga hari karena mencium patung Budha, makanya saat mengunjungi berbagai kuil Budha di Sri Lanka, wisatawan harus benar-benar memperhatikan aturan maupun larangan yang berlalu agar tidak terkena masalah. Sri Lanka merupakan salah satu negara yang cukup konservatif.
Keindahan yang ditawarkan Kuil Seema Malaka rupanya juga menginspirasi banyak calon pengantin Sri Lanka untuk membuat foto pre-wedding di tempat tersebut.  Ketika saya berkunjung ke sana, terdapat sepasang calon pengantin yang sibuk melakukan sesi pemotretan. Paduan pakaian mempelai perempuan yang merah berkilau dengan suasana asri yang ditawarkan Kuil Seema Malaka semakin mempercantik pemandang di kuil tersebut.  Dari pusat Kota Kolombo menuju kuil tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

3.  Vel Festival

source: srilanka.si

Vel Vestifal

Vel Festival merupakan salah satu festival yang diadakan di Sri Lanka setahun sekali. Festival tahunan ini terjadi ketika Vel atau tombak emas, senjata dari Dewa Skanda atau Dewa Perang Hindu ditarik dengan menggunakan kereta dari Kuil Kathiresan di Sea Street, Kolombo 11 menuju  Kuil di Bambalapitiya  atau Wellawatte. Festival ini diadakan pada bulan  Agustus. Dalam festival ini  terlihat sejumlah wanita menari-nari Tarian Kavadi di depan kereta yang membawa tombak emas Dewa Skanda tersebut.
Kereta yang membawa tombak tersebut dihiasi dengan berbagai macam hiasan, juga bunga yang didominasi dengan warna oranye. Di dalam kereta tersebut juga terdapat beberapa pendeta hindu yang merapalkan doa-doa. Sementara warga Sri Lanka berkerumun sembari mengikuti perjalanan kereta itu untuk mendapatkan berkah. Festival Vel festival selalu disambut meriah, baik oleh warga setempat maupun turis-turis asing sehingga setiap festival itu dilakukan, pasti jalanan menjadi macet.

4. Independence Memorial Hall

source www.flickr.com

Independence Memorial Hall

Independence Memorial Hall berada  di tengah Kota Kolombo, di Cinnamon Gardens. Bangunan yang didominasi tiang-tiang tinggi menjulang tanpa tembok itu dibangun untuk memperingati hari kemerdekaan Sri Lanka dari jajahan Inggris pada 4 Febuari  1948.  Bangunan tersebut dibangun dengan  mengedepankan gaya arstitektur kuno  Sri Lanka.
Salah satu hal yang paling menarik untuk dilihat  adalah puluhan patung singa yang sedang duduk menghadap ke depan tepat di halaman Independence Memorial Hall. Patung-patung singa yang merupakan lambang kekuatan di Sri Lanka itu seolah-olah berjajar untuk menjaga memorial hall dari serangan dari luar. Pengunjung bisa duduk-duduk di atas patung-patung singa tersebut untuk menikmati suasana yang ada. Namun waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Independence Memorial Hall adalah pada sore hari terutama saat mentari tak terlalu terik lagi sinarnya. Pengunjung bisa berfoto di sana karena banyak objek yang unik.
Di sana juga terdapat air mancur yang dijaga oleh empat patung singa dari empat penjuru mata angin. Keindahan Independence Memorial Hall bukan hanya menarik bagi wisatawan asing, pada sore hari banyak warga Sri Lanka yang duduk-duduk santai sembari bercanda dengan teman atau keluarganya menikmati sore yang indah. Selain digunakan untuk bersantai maupun acara penting lainnya, rupanya banyak calon pengantin yang suka melakukan pengambilan foto pre-wedding di tempat yang dianggap sakral tersebut.
Jika anda ingin menikmati sore di Independence Memorial Hall, sebaiknya jangan lupa membawa makanan dan minuman sendiri sebab di tempat tersebut tidak terlihat penjaja makanan dan minuman. Namun jangan lupa untuk membawa kantung plastik guna membawa sampah sisa makanan sebab Sri Lanka merupakan negara yang sangat peduli dengan kebersihan.

5. Galle Fort

Galle Fort

Galle Fort

Ke Sri Lanka, tanpa mengunjungi Galle Fort rasanya seperti mengunjungi Perancis tanpa ke Paris. Galle Fort sendiri merupakan benteng yang  terletak  di Teluk Galle di pantai selatan  Sri Lanka.  Benteng tersebut dibangun pada tahun 1588 oleh Portugis  dan lalu diperluas oleh Belanda  pada abad 17.  Di dalam Galle Fort terdapat kota tua yang arsitekturnya mirip dengan Kota Tua di Jakarta. Kemiripan itu terjadi karena baik Kota Tua di Jakarta, maupun kota di dalam Galle Fort merupakan warisan Belanda. Namun bedanya, bangunan-bangunan tua di Galle Fort tetap dilestarikan keberadaan. Banyak bangunan yang masih digunakan sebagai kedai, restoran, kafe, toko suvenir, toko pakaian, butik baju, juga toko batu permata khas Sri Lanka. Pengunjung bisa menikmati hidangan makanan dan minuman di salah satu kedai sembari menikmati pemandangan perpaduan kota kuno dengan garis biru, hijau toska Teluk Galle. Galle Fort sendiri telah dinobatkan menjadi warisan budaya oleh  UNESCO  karena nilai-nilai historis dan arsitekturnya yang indah.
Warga Sri Lanka sangat memperhatikan kebersihan, termasuk para pedagang kaki lima yang berada di pinggir jalan di Galle Fort. Mereka mengumpulkan sampah yang dibuang oleh para konsumennya sehingga saat menikmati makanan dan pemandangan, terasa lebih menyenangkan karena tidak ada bau busuk yang menyeruak.

Cara terbaik untuk menikmati  Galle Fort bisa dilakukan dengan menyusuri jalanan-jalanan kecil sembari menikmati bangunan-bangunan era kolonial di kanan kiri jalan. Pengunjung juga bisa mendatangi sejumlah museum seperti museum kelautan Sri Lanka. Setelah itu baru diakhiri dengan minum dan duduk santai di pinggir Teluk Galle

6. International Buddhist Museum

Museum Internasional Budha yang satu ini, merupakan museum kebanggaan Sri Lanka yang harus dikunjungi para pelancong yang datang ke negara tersebut. Museum ini terletak tepat di depan Danau Kandy di Kota Kandy. Para pengunjung museum  diwajibkan melepas sepatu dan sandal mereka saat akan memasuki pintu museum guna menghargai keberadaan patung-patung Budha yang terdapat di sana. Di depan pintu masuk, anda akan langsung disambut patung marmer Budha berukuran raksasa dengan tinggi sekitar empat meter. Patung marmer Budha tersebut merupakan sumbangan dari negara tetangga Malaysia.
Di Museum tersebut juga disediakan pemandu yang bisa menerangkan berbagai macam kisah tentang perjalanan Budha dari satu negara ke negara lain. Di Museum tersebut terdapat galeri-galeri patung Budha dari berbagai negara di dunia antara lain dari China, Korea, Jepang, Tibet, Nepal, Bhutan, India, Bangladesh, Afganistan, Pakistan, Laos, Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia, juga Indonesia. Patung-patung Budha tersebut memiliki wajah yang bermacam-macam sesuai dengan negara pembuatnya. Jika negara pembuatanya adalah Korea maka wajah Sang Budha mukanya seperti orang Korea bermata sipit. Begitu pula jika pembuatnya negara Sri Lanka, maka wajah Sang Budha seperti orang Sri Lanka yang bermata besar. Namun patung Budha yang paling tampan wajahnya berasal dari China, banyak pengunjung yang memuji keelokan paras patung tersebut.
Selain memamerkan berbagai macam patung Budha, di museum tersebut juga terdapat berbagai macam lukisan dan hiasan dinding yang menggambarkan kisah Sang Budha. Salah satu hiasan dinding yang paling indah adalah karpet yang berasal dari  Myanmar yang melukiskan Pagoda Emas  Swedagon. Warna emas pagoda terlihat begitu mencolok saat dipadukan dengan warna dasar karpet yang biru kelam.

Seusai mengunjungi Museum, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Danau Kandy. Di sana anda bisa menikmati makanan yang dijual oleh para pedagang kaki lima sambil menikmati pemandangan Kota Kandy yang berbukit-bukit dengan Danau Kandy berada di bawahnya. Di Danau Kandy juga tersedia perahu jika para pengunjung ingin berlayar mengitari danau dan memberi makan berbagai macam binatang yang berada di sana, seperti burung dan berbagai macam ikan.

Advertisements

10 responses to “Amazing Srilanka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s