Jaipur – Pesoleknya seorang Raja

Saya merasakan real-India pada saat saya menempuh perjalanan dari Delhi ke Jaipur. Berdesak-desakan diantara ratusan orang dalam satu gerbong justru membawa kenangan yang dalam hingga sekembalinya saya ke tanah air. Kereta Be Bhuj Express datang terlambat satu jam dan juga satu jam extra selama perjalanan kami harus berdiri berdesak-desakan.

Perjalanan dari Delhi ke daerah Rajasthan dengan kereta merupakan pilihan terbaik. Pemandangan alam yang berbukit-bukit dapat dinikmati sepanjang perjalanan yang dingin itu. Saya dan kedua teman saya berdiri tepat di depan pintu tanpa bisa bergerak.

Sekitar pukul 7 malam, kereta akhirnya tiba di Jaipur Junction, satu-satunya stasiun kereta besar di Jaipur. Kota jaipur relatif kecil dan lebih tenang di malam hari dibanding Delhi. Jaipur merupakan salah satu kota yang wajib kunjung jika ngetrip ke India. Legenda Pink City yang terkenal berada di pusat Rajasthan yaitu di Jaipur. Banyak obyek lain tersebar di seluruh Rajasthan yang wajib dikunjungi selama berada di India.

Hotel tempat tinggal kami sangat dekat dari stasiun. Hanya sekitar 20 menit berjalan kaki kami sampai ke hotel yang berada di daerah sepi di pinggiran Pink City.

Kami hanya punya waktu kurang dari 20 jam di Jaipur sebelum melanjutkan ke kota berikutnya: Chennai. Pagi hari kami sudah checkout dari hostel dan membawa seluruh barang bawaan kami untuk berkeliling Jaipur. Kami menyewa tuktuk untuk pergi ke Pink City dengan harga 100 rupee untuk tiga orang dengan barang yang cukup banyak.

Pengalaman kami, menyewa tuktuk untuk satu tujuan ternyata lebih murah daripada menyewa seharian, kecuali tempat yang akan dikunjungi cukup banyak. Disamping itu menyewa tuktuk untuk satu tujuan lebih aman karena tuktuk tidak membawa kami ke souvenir shop dan terpaksa membeli souvenir dengan harga yang lebih tinggi daripada harga normal

Kota yang dibangun oleh Maharaja Sawai Jai Singh pada abad 17 ini seluruhnya dicat dengan warna merah jambu (menurut saya warnanya oranye) dengan kelengkapan untuk kota yang saat ini menjadi obyek wisata yang menarik

667

Pink City (atau Yellow city? atau orange city?)

Jantar mantar (sky observatorium), hawa mahal, amber fort, Jaigarh Fort, City Palace, Jal Mahal dan Albert Hall museum menjadi pilihan untuk dikunjungi selama di Jaipur. Obyek wisata yang saya sebutkan diatas hampir seluruhnya dapat dicapai dengan menyewa tuktuk dengan kisaran harga mulai 30 rupee hingga 200 rupee saja.

Kami memilih Hawa Mahal untuk dikunjungi pertama kali. Bangunan seribu jendela ini dibangun oleh cucu Maharaja Sawai Jai Singh, Sawai Pratap Singh pada tahun 1799.

Hawa Mahal tampak dari Belakang

Hawa Mahal tampak dari Belakang

Hawa Mahal main entrance

Hawa Mahal main entrance

Komplek Istana dan Jantar Mantar berada di komplek Hawa Mahal. Dengan berjalan kaki kita bisa mencapainya dengan biaya masuk hanya 50 rupee saja.

Setelah berkeliling di komplek hawa mahal, mata kami justru malah tertarik pada banyak toko sepanjang jalan utama Pink City. Saya membeli beberapa barang disini dengan harga bisa sangat rendah jika kita bisa menawar dengan baik. Mereka juga cukup ramah melayani pembeli walau saya menawar dengan harga yang sangat rendah

686 687

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13 siang dan kamipun harus segera menuju bandara Jaipur untuk mengejar pesawat kami ke Chennai.

Advertisements

4 responses to “Jaipur – Pesoleknya seorang Raja

  1. There are 29 unesco heritages in india that I tried to finish in 3 years, 6 are still remaining. U d better check it out for next trip.hampi, ajanta ellora,khajuraho,badami are a must

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s