Amazing Great Wall

Traveling ke China, khususnya China bagian utara tidak lengkap jika tidak explore Beijing dan sekitarnya, terutama Tembok Besar China yang berdiri selama ribuan tahun. Peninggalan kejayaan bangsa China masa lalu ini masih berdiri tegak dan menjadi favorit spot bagi wisatawan disana.

Dua puluh dua abad yang lalu, China sudah menjadi bangsa besar. Untuk mencegah serangan bangsa dari utara, dibangunlah tembok besar yang membentengi China bagian utara. Tembok ini terus dibangun berabad-abad sampai masa dimana Ming Dinasty berkuasa di Abad empat belas, bertambah panjang hingga mencapai delapan ribu kilometer dengan ratusan menara berdiri tegak hingga sekarang menjadi obyek yang menarik dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia.

Saat ini, Great Wall dibagi menjadi beberapa section di beberapa provinsi seperti Beijing, Hebei, Shaanxi, Liaoning dan lain sebagainya dengan kunjungan terbanyak ada di Beijing. Di Beijing sendiri, Great Wall terbagi menjadi sembilan titik yang terkenal yaitu: Badaling, Mutianyu, Juyongguan, Simatai, Jinshanling, Gubeikou, Huanghuacheng, Jiankou dan Shuiguan dengan popularitas kunjungan masih dipegang oleh Badaling Section dan Mutianyu Section.

Pada Bulan Desember 2012 dalam China Trip saya di musim dingin, tentu saja saya tidak melewatkan Great Wall sebagai salah satu destinasi wajib dalam itinerary perjalanan saya. Di hari ketiga saya di Beijing, mula-mula saya ingin mengunjungi Jiankou Section. Namun setelah bertanya pada beberapa orang dan pihak hotel, saya disarankan untuk tidak memilih Jiankou sebagai tujuan Great Wall hari itu. Jiankou adalah salah satu trekking Great Wall yang paling bagus, masih alami belum direnovasi dan keindahannya tidak tertandingi.

Jiankou Section - Great Wall

Jiankou Section – Great Wall

Mereka memberi informasi bahwa berbahaya untuk mengunjungi Jiankou di musim dingin karena medan yang terjal, batu penyusun tembok yang rapuh dan yang paling membuat saya kecil hati adalah kemungkinan tidak boleh masuk oleh otoritas setempat. Wah, akhirnya saya harus mengalah untuk memilih spot lain great wall. Kemudian saya pilihlah Mutianyu yang disarankan. Mutianyu Section berada sekitar 50 kilometer di utara Beijing dan tidak terlalu ramai oleh turis seperti halnya Badaling Gate yang sudah sangat dikomersialisasikan. Memilih Mutianyu tentu saja memberi konsekuensi terutama soal biaya perjalanan. Maklum, sebagai backpacker saya tidak membawa banyak uang setiap traveling ke luar negeri sehingga pengeluaran yang meleset akan menyebabkan kurangnya biaya untuk melengkapi perjalanan.

Sightseeing di beberapa travel agent di Beijing, mereka memberi harga 100 CNY untuk one day trip ke Badaling dan 150 – 170 CNY untuk ke Mutianyu. Kenapa Mutianyu Section lebih mahal, akhirnya saya tahu jawabannya setelah saya memutuskan untuk tidak menggunakan travel agent untuk mencapai tempat itu.

Sekitar pukul delapan pagi saya dan teman saya berangkat dari hotel untuk menuju Mutianyu Great Wall. Ternyata cukup mudah untuk menuju tembok besar dari Beijing. Pilihan saya menggunakan kereta hingga ke Huairou County, satu jam perjalanan di sebelah utara Beijing, atau menggunakan bus yang jadwalnya cukup sering sehingga saya tidak menunggu terlalu lama. Bus ke Huairou County dapat ditemukan di terminal Bus Jarak Dekat yang terhubung dengan Stasiun Dongzhimen di Line 2 Beijing Subway.

Setelah membayar 12 CNY kamipun menempuh perjalanan satu jam melewati hujan salju yang cukup deras ke Huairou County. Huairou tampaknya adalah kota industri penyangga karena suasana disana cukup sepi dan banyak pabrik-pabrik besar yang saat itu hanyalah pemandangan putih tertutup salju tebal.

Beruntung saya bertemu Santiago dan Zuzka, dua orang dari Eropa yang sedang menempuh study di Beijing University. Kamipun mendapat teman untuk spare biaya sewa mobil dari Huairou County ke Mutianyu Section. Nah, ternyata inilah yang membuat Mutianyu menjadi mahal di musim dingin. Kendaraan berukuran besar tidak diperbolehkan menaiki Mutianyu Section yang berada di perbukitan dengan jalan menuju kesana yang curam dan licin. Kami menyewa mobil untuk menuju keatas dengan biaya 40 CNY per orang. Mobil sewaan pun hanya bersedia menampung empat orang meskipun saat itu rombongan kami ketambahan dua orang, Phillip dan temannya dari Inggris. Akhirnya sopirpun hanya membawa kami bereempat dengan sebuah wagon yang berjalan merayap melewati salju yang menutup rata aspal. Hampir satu jam dibutuhkan sebelum akhirnya kami semua tiba di entrance gate dari Mutianyu.

Mutianyu Section saat itu sangat sepi. Tempat parkir kendaraan yang cukup luas kosong melompong hanya berisi tidak sampai sepuluh mobil. Ditambah lagi siang itu hujan salju turun sangat lebat hingga sepatu saya mulai basah dan kaki menjadi beku tidak terasa. Toko-toko kecil dan lapak-lapak penjual souvenirpun tidak banyak yang buka sehingga suasana semakin terasa dingin.

Disana saya berjumpa lagi dengan Phillip di loket penjualan tiket. Wah, beruntung sekali Phillip meminjamkan kartu mahasiswanya sehingga saya mendapatkan diskon 20 CNY dari harga semula 45 CNY. Mutianyu telah dilengkapi dengan cable car yang tetap beroperasi walaupun sedang low season dan medan terjal untuk mencapai wall dari entrance gatenya. Naik cable car dikenakan biaya 65 CNY utk tiket pp, dan 45 CNY untuk tiket sekali jalan, wah mahal! Saya pun memilih untuk mengandalkan kaki saya walau saat itu saya belum sarapan.

Tangga menuju Mutianyu Great Wall

Tangga menuju Mutianyu Great Wall

253

Amazing Scenery!!

.

Berasa nggak sampe-sampe

Saya membutuhkan waktu sekitar satu jam sebelum akhirnya sampai di tembok besar yang menjulang tinggi didepan saya. Ada beberapa titik masuk ke Mutianyu Section dengan beberapa menara pandang diantaranya. Untuk menjelajahi seluruh section mungkin akan diperlukan perjalanan sejauh 4-5 kilometer (klenger!).

Sepi, berasa milik sendiri

Sepi, berasa milik sendiri

Hati-hati licin

Hati-hati licin

Sayang pemandangan pegunungannya tertutup kabut dan salju

Sayang pemandangan pegunungannya tertutup kabut dan salju

286

Salah satu view tower di Mutianyu

Ternyata memang benar, licin sekali walau tangga pijakan naik turun cukup lebar. Salju yang membeku menjadi lapisan es yang sangat licin. Saya tidak bisa membayangkan kalau saya jadi memilih Jiankou di musim dingin ini. Hampir tidak ada orang di section ini. Pemandangan yang sangat dramatis membuat saya betah berlama lama disini dan menikmati kopi panas yang saya bawa dan beberapa bekal dari Zuzka.

Saya, Andri, Zuzka dan Santiago

Saya, Andri, Zuzka dan Santiago

301

Mereka naik terus, saya tunggu sambil foto foto aja

299

View Tower yang cukup jauh dari pintu masuk

Setelah berjalan cukup jauh dan kehabisan nafas, kamipun kembali ke pintu masuk. Wah, hampir pingsan kelaparan sepertinya karena suhu yang terus drop membuat perut berasa sangat lapar. Setelah turun lagi ke tempat parkir ternyata supir sewaan tadi masih menunggu kami dan bersedia mengantarkan kami kembali ke huairou dengan biaya 30 CNY. Jadi total biaya sewa mobil perkepala 70 CNY (110.000 IDR). Kami semua tertidur karena cukup lelah juga naik ke Mutianyu Gate tanpa menggunakan cable car.

Di Huairou kami mampir makan di restoran sederhana yang masakannya cukup enak. Saya memesan Kwe Tiau rebus dengan harga 11 CNY dan Dumpling seharga 15 CNY dengan porsi sangat banyak. Perjalanan kami tutup dengan berpisah dengan Zuzka dan Santiago di terminal Dongzhimen pada pukul 7 malam setelah berdiri di bus sepanjang perjalanan Huairou hingga Beijing.

Advertisements

2 responses to “Amazing Great Wall

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s